Rupiah diuntungkan oleh Dolar yang melemah. Mata uang Indonesia ini mengurangi kerugian sejak awal tahun terhadap Dolar sebesar sekitar 1 persen. Walau demikian, sentimen risiko global tetap tertekan oleh perlambatan pertumbuhan global serta ketegangan dagang AS-Tiongkok yang juga menekan mata uang pasar berkembang.

Dari sisi domestik, investor akan sangat memantau data perdagangan eksternal Indonesia untuk bulan Februari yang akan diumumkan Jumat ini. Ekspor menurun selama tiga bulan berturut-turut di Januari, sesuai dengan penurunan ekspor yang terjadi di negara-negara lain di sekitar. Walaupun pasar memperkirakan data Jumat akan kembali melemah, kejutan positif dapat mengurangi kekhawatiran investor dan memberi ruang bagi Rupiah untuk bernapas di jangka pendek.

Pound berhasil menghentikan penurunan yang telah terjadi selama tujuh hari berturut-turut dan membuka pekan perdagangan baru dengan menguat karena harapan bahwa Brexit tanpa kesepakatan akan dapat dihindari pada 29 Maret.

SUMBER: MT5

Perdana Menteri Inggris Theresa May berhasil membuat perubahan dalam semalam terhadap kesepakatan Brexit yang ia ajukan, dan ini meningkatkan sentimen beli untuk Pound beberapa jam sebelum Parlemen dijadwalkan untuk mengadakan voting hari ini. Walaupun sebagian harapan telah terefleksikan di harga Pound, perubahan kesepakatan Brexit ini belum tentu berarti May akan dapat meloloskannya di Parlemen. Apabila tarik ulur politik di Parlemen menghambat kesepakatan "yang disempurnakan" ini untuk disetujui, optimisme Pound saat ini berisiko terhenti dengan cepat. Penolakan atau kekalahan Theresa May hari ini membawa risiko bahwa GBPUSD segera merosot kembali ke 1.30 atau bahkan lebih rendah. 

Saya memperkirakan investor akan mulai letih dengan harapan palsu terkait Pound, setelah menghadapi ayunan GBPUSD yang berkisar antara 1.25-1.33 selama lebih dari enam bulan.

Hanya 17 hari lagi sebelum Inggris dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa. Waktu semakin sempit untuk menerapkan kesepakatan Brexit yang mengikat, sehingga trader Pound akan tetap terekspos pada volatilitas pasar yang berayun secara tajam. Proses negosiasi Brexit ini sangat bertele-tele, namun pergolakan dan ayunan masih akan terjadi di beberapa hari mendatang.

Dolar melemah di saat pasar menunggu data AS, risiko politik

Reli Dolar melambat. Indeks DXY melemah mendekati level 97 pada saat laporan ini dituliskan. Melemahnya Dolar membantu Rand Afrika Selatan untuk pulih dan mendapat momentum setelah menyentuh level terendah sejak awal Januari pada akhir pekan lalu. Di saat Federal Reserve terus berupaya memastikan apa makna "kesabaran" dalam prospek suku bunga, pasar berkembang dapat berupaya untuk menguat karena melemahnya Dolar di jangka pendek.

Untuk saat ini, pasar akan memperhatikan data IHK Februari di hari Selasa, serta sejumlah indikator ekonomi lainnya yang akan dirilis pekan ini, untuk mendapat kejelasan mengenai momentum saat ini terkait ekonomi AS. Rilis ekonomi ini dapat membantu menilai posisi yang akan diambil Federal Reserve menjelang rapat FOMC pekan depan.

Penjualan ritel terlihat telah stabil di Januari, setelah melemah di Desember, menandakan bahwa konsumsi AS cukup tanggung untuk menjaga momentum pertumbuhan di ekonomi terbesar dunia ini. Prospek ekonomi AS tetap terlihat kuat dibandingkan dengan proyeksi negara berkembang utama lainnya, yang dapat memberi dukungan pada Dolar di jangka menengah.

Dari aspek fiskal, Presiden Donald Trump telah menyampaikan proposal anggaran yang memperkirakan defisit fiskal AS akan tetap berada di atas 1 triliun Dolar AS selama tiga tahun mendatang. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan estimasi sebelumnya yaitu 442 miliar Dolar AS di 2022. Proposal anggaran Trump untuk 2020 sebesar 4,7 triliun Dolar AS kemungkinan akan sangat ditentang oleh Kongres, dan kebuntuan mengenai prioritas belanja pemerintah dapat menimbulkan potensi penutupan sementara pemerintahan AS lagi. Ini adalah risiko politik yang dapat memperbesar tantangan terhadap nilai Dolar AS.

Sanggahan: Isi dari artikel ini terdiri dari pendapat-pendapat pribadi dan tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sesuatu yang berupa nasihat investasi pribadi dan/atau lainnya dan/atau suatu penawaran dari dan/atau permohonan untuk transaksi pada instrumen keuangan dan/atau sebuah jaminan dan/atau prediksi atas kinerja di masa depan. ForexTime (FXTM), para afiliasinya, agen, direktur, petugas atau pegawainya tidak memberikan jaminan atas akurasi, keabsahan, batas waktu atau keutuhan dari informasi atau data yang disediakan dan tidak memikul tanggung jawab atas semua kerugian yang dapat timbul dari segala investasi yang didasarkan pada hal tersebut.