Peringatan Risiko: Trading adalah aktivitas berisiko. Modal Anda terkena risiko. Exinity Limited diatur oleh FSC (Mauritius).
Peringatan Risiko: Trading adalah aktivitas berisiko. Modal Anda terkena risiko. Exinity Limited diatur oleh FSC (Mauritius).
Trading secara Profesional bersama FXTM
  • 250+ instrumen Trading
  • Pengungkitan hingga 1:1000
  • Spread rendah mulai dari 0.1
  • Analisis pasar harian
  • Expert Advisor
BUKA AKUN

Modal anda berisiko. Kerugian anda bisa lebih dari yang anda investasikan.

Forex untuk Pemula
  • Video tutorial trading forex
  • Webinar gratis
  • Akun Demo dan Cent
  • Tanpa setoran minimum & Microlot
  • Mendukung bahasa Anda
BUKA AKUN

Modal anda berisiko. Kerugian anda bisa lebih dari yang anda investasikan.

Volatilitas belum reda walau Pound capai level tertinggi sejak Juni 2018, Parlemen menolak Brexit tanpa kesepakatan

Volatilitas belum reda walau Pound capai level tertinggi sejak Juni 2018, Parlemen menolak Brexit tanpa kesepakatan
Jameel Ahmad
14 Maret @ 10:49 By Jameel Ahmad, Global Head of Currency Strategy and Market Research FXTM

Pound kembali mengalami ayunan dramatis selama 24 jam di saat volatilitas terus meningkat menjelang tenggat keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa pada 29 Maret.

GBPUSD melonjak lebih dari 2% di penghujung perdagangan hari Rabu dan menyentuh level tertinggi sejak Juni 2018 karena voting Parlemen menentukan bahwa Brexit tanpa kesepakatan tidak akan terjadi. Ini dianggap sebagai perkembangan positif oleh investor karena sangat mengurangi risiko proses keluar dari Uni Eropa yang carut-marut, namun saya tetap tidak memperkirakan investor akan dapat terus mempertahankan strategi Pound seperti ini di jangka yang lebih panjang.

Menolak ide untuk keluar Uni Eropa tanpa kesepakatan saat ini tidak membuat perubahan signifikan, mengingat fakta bahwa Inggris akan tetap dijadwalkan untuk keluar dari Uni Eropa 15 hari lagi.

Sekarang investor akan menunggu peristiwa politik berisiko lainnya untuk Pound yang dijadwalkan hari ini, yaitu voting Parlemen apakah akan meminta perpanjangan dari Uni Eropa untuk menunda tenggat 29 Maret. Walaupun sudah sangat diperkirakan bahwa Parlemen akan memilih untuk meminta perpanjangan tenggat, ini tidak menjamin bahwa Uni Eropa akan mendukung dan mengabulkan permintaan itu. Pada dasarnya dan hingga ada kepastian bahwa Parlemen memilih untuk memperpanjang tenggat 29 Maret, yang kemudian akan memerlukan persetujuan dari Uni Eropa, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi terkait Brexit.

Semua investor mengetahui bahwa Parlemen menolak Brexit tanpa kesepakatan, dan ini jelas menghapusnya banyak risiko terhadap ekonomi Inggris dan kekhawatiran mengenai turunnya keyakinan investor, tapi kita tak banyak mengetahui hal lainnya. Apakah tenggat Brexit akan diperpanjang? Apakah Uni Eropa akan setuju untuk memberi perpanjangan? Berapa lama perpanjangan ini? Apakah peluang bahwa Brexit tidak akan terlaksana semakin besar? Atau apakah langkah berikutnya adalah Parlemen akan mengumumkan referendum kedua?

Tak ada yang tahu kemungkinan jawabannya. Ini jelas menjadi masalah besar bagi investor strategis yang ingin merencanakan masa mendatang, dan tak heran jika pandangan mereka mengenai Pound dapat berubah sesuai perubahan tajuk berita. Ada pula aspek mendasar yang perlu diperhatikan yaitu aspek reputasi Inggris sebagai tempat yang "aman" untuk berbisnis dan apakah ini mungkin berubah setelah berbagai kericuhan politik dewasa ini.

Secara umum, perlu diakui bahwa kita sangat sulit memprediksi apa yang akan terjadi berikutnya pada Pound, tapi apabila saya dipaksa untuk mengambil posisi, saya akan mendukung pendapat bahwa investor akan melakukan sell the news sebagai antisipasi voting hari ini yang diperkirakan akan menghasilkan permohonan resmi untuk memperpanjang tenggat keluar Inggris dari Uni Eropa.  Saya pribadi tidak akan cepat mengikuti optimisme memperkirakan Pound Inggris akan menguat hingga ada bukti nyata bahwa Uni Eropa akan menyetujui permohonan untuk menunda tenggat 29 Maret.

Sejujurnya saat ini tidak ada yang pasti - tapi itulah Brexit. Tidak jelas, tak tentu arah.

EURUSD di luar dugaan menghapus kerugian pasca ECB

Dalam pekan yang sibuk di pasar finansial ini, satu hal yang berhasil mengejutkan adalah Euro berhasil memulihkan seluruh kerugian yang terjadi sejak Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyampaikan posisi yang sangat pesimis satu pekan lalu. Euro anjlok ke level terendah terhadap Dolar sejak Juni 2017 setelah ECB mendukung pandangan banyak institusi dunia lainnya bahwa berbagai faktor eksternal membawa tantangan luar biasa kepada ekonomi dunia di 2019. Pemulihan Euro ini didukung oleh Dolar yang melemah, walaupun saya sendiri tetap mengambil pandangan negatif mengenai EURUSD.

Amunisi ECB untuk memperbaiki momentum ekonomi Uni Eropa sangat tidak memadai. Eropa jelas terlihat mengalami penurunan, terbukti dari berbagai rilis data yang mengecewakan, dan ekonomi Zona Euro pun sangat terpapar pada berbagai hambatan global. Nasib Euro tidak dapat dikendalikan oleh Eropa sendiri dan ada elemen risiko politik di dalam Eropa, misalnya ketegangan politik di Prancis belum lama ini, sehingga pandangan saya mengenai mata uang Uni Eropa ini tetap negatif.

Rand gagal mencari pembeli walau Dolar melemah

Mata uang yang di luar dugaan tidak berhasil menguat dari pelemahan Dolar belum lama ini adalah Rand Afrika Selatan. Rand melemah terhadap Dolar, dan satu-satunya alasan yang dapat kita temukan adalah perkembangan Brexit saat ini membatasi selera risiko global. Walau begitu, saya tidak memercayai alasan itu dan memperkirakan bahwa Rand akan menguat terhadap Dolar di beberapa hari terakhir, serupa dengan tren yang terjadi pada Euro dan Pound Inggris. Brexit memang merupakan hambatan eksternal serius terhadap ekonomi global, sebagian besar masalah politik yang terjadi di Inggris Raya hanya memengaruhi pergerakan finansial kelas aset Inggris.

Rilis data Tiongkok semakin mengancam pertumbuhan global

Topik global saat ini diperkirakan akan tetap seputar perkembangan Brexit, tapi saya akan memperhatikan potensi terjadinya situasi risk-off di pasar finansial hari ini. Data yang diumumkan pagi ini dari ekonomi terbesar kedua dunia, Tiongkok, tetap menyiratkan bahwa momentum PDB terus melambat, dan ini dapat memicu kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global. Ini juga berarti kita dapat memperkirakan bahwa momentum untuk mata uang pasar berkembang di Asia Tenggara dapat melemah karena semuanya mengandalkan permintaan dari Tiongkok atas produksi domestik, yang dapat menyebabkan Dolar Singapura, Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia, dan bahkan Yuan melemah setelah rilis ekonomi dari Tiongkok.

Trump diduga akan bersuara lagi tentang Minyak

Sebagai penutup hari yang sepertinya akan sibuk bagi investor, saya juga akan sangat memperhatikan perkembangan Minyak setelah komoditas ini menguat ke level tertinggi 2019 karena pertanda penurunan pasokan. Kenaikan harga minyak adalah berita gembira bagi negara pengekspor, tapi bukan berita baik bagi Presiden Trump yang sudah berulang kali mengatakan bahwa ia ingin harga minyak tetap rendah. Karena itu, tidak mengherankan apabila Trump akan kembali menyampaikan keinginannya mengenai harga minyak yang rendah di media sosialnya. 

Sanggahan: Isi dari artikel ini terdiri dari pendapat-pendapat pribadi dan tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sesuatu yang berupa nasihat investasi pribadi dan/atau lainnya dan/atau suatu penawaran dari dan/atau permohonan untuk transaksi pada instrumen keuangan dan/atau sebuah jaminan dan/atau prediksi atas kinerja di masa depan. ForexTime (FXTM), para afiliasinya, agen, direktur, petugas atau pegawainya tidak memberikan jaminan atas akurasi, keabsahan, batas waktu atau keutuhan dari informasi atau data yang disediakan dan tidak memikul tanggung jawab atas semua kerugian yang dapat timbul dari segala investasi yang didasarkan pada hal tersebut.

Scroll Top